kasta cinta
hehehe judulunya norak banget ya. sebenarnya kata-kata itu muncul dari pembantu kos ku. gara-garanya tadi pagi, dia ngasih wingko (sejenis makanan dari ketan dan kelapa, biasanya dijual di babat, bojonegoro dan daerah sekitarnya) oleh-oleh dari pacarnya, untuk anak-anak kos. dia lalu cerita kalau sudah lama pacaran dan suka sama pacarnya, pedagang tempe penyet deket kos, pada pandangan pertama.
karena wilayah kos ku dekat kampus, jadi anak-anak kos didominasi mahasiswa. ketika aku tanya kenapa dia suka sama pedagang tempe penyet bukannya cowok kuliahan yang cakep-cakep, dia langsung ketawa ngakak. “Ya ampun mbak, saya kan tahu diri, wong saya pembantu kok. masak naksir mas mahasiswa,” katanya sambil masih terkekeh-kekeh. “Lho emang kenapa, cinta kan bisa sama siapa saja, gak pake liat-liat apa dia pembantu atau tukang parkir atau apalah,” sahutku.
“Alah mbak, masak ndak tahu, kalo ada pembantu atau orang miskin yang pacaran sama cowok kaya itu cuma ada di telenovela atau sinetron. benerannya sih ndak ada. sudah ada jatahnya sendiri-sendiri. orang kaya atau orang pinter sendiri. trus pembantu yah pacarnya tukang sayur, kuli atau buruh pabrik. pokoknya sama-sama orang rendahan begitu,” jelasnya panjang lebar sambil terus mengepel.
“Wah, lha mosok pacaran saja ada golongan-golongan, kalau di India itu namanya kasta. kamu kan seneng nonton India.” sahutku dari dalam kamar. “Iyah mbak, kasta cinta heuheuehuehe” timpalnya sambil langsung nyanyi lagu india kesenangannya.
