dan aku menangis ketika ayah bilang dia datang dari jawa tengah, aku kembali menangis ketika ibu berkata dia anak yang baik.
maaf…aku sendiri tidak tahu mengapa. aku juga capek karena menunggu terlalu lama.
dan aku menangis ketika ayah bilang dia datang dari jawa tengah, aku kembali menangis ketika ibu berkata dia anak yang baik.
maaf…aku sendiri tidak tahu mengapa. aku juga capek karena menunggu terlalu lama.
Ribuan nyawa kembali melayang. Musibah yang melanda Indonesia seakan tak ada habisnya. Setelah tsunami pada Desember 2004, longsor di Jember, sekarang gempa di jogja. Doaku bagi mereka yang telah tiada, atau berduka kehilangan harta bendanya. Mungkin terdengar klise, tapi semoga mereka bisa diberi ketabahan. Tidak mudah memang, tapi semoga mereka kuat menghadapi kehidupan masa depan yang tak akan lagi sama.
Akibat gempa ini, tak hanya ribuan nyawa yang melayang. Beberapa candi bersejarah juga dikabarkan banyak yang rusak. Dengan banyaknya bencana ini, masih sempatkah golongan-golongan itu berantem hanya karena pro kontra sebuah RUU? Sepertinya tuhan mengingatkan masih ada hal lain yang perlu ditangani ketimbang sibuk razia sana sini.
emang sih, rame-rame pembahasan RUU APP dah lama lewat, tapi baru kemarin aku jadi korban massa pendukung RUU tersebut. waktu itu, aku lagi keluar dari kantor. pada saat bersamaan, ada rombongan pendukung RUU APP yang lagi menyampaikan aspirasinya ke sebuah media massa yang kantornya di lantai yang sama. jumlahnya lumayan banya, ada tiga puluh orang lah kira-kira.
yang keluar dulu sih ibu-ibu dan anak-anak muda. sampe disini gak ada masalah. Tapi pas seorang bapak-bapak dengan penampilan khas mirip anggota front-front yang muncul di tivi itu, aku mulai merasa dilecehkan. saat berpapasan, sang bapak langsung memalingkan muka dan mengucapkan berbagai macam doa-doa seperti sedang menghadapi setan.
sialan…mungkin dia niatnya baik karena tidak ingin dosa, tapi mbok ya jangan begitu karena bisa menyakiti hati orang lain. katanya ingin mengajarkan yang baik tapi sikapnya seperti ngajak orang berantem. Apalagi saat itu aku pake baju longgar dan tidak terbuka. emang aku gak pake jilbab tapi apa ya pantas bersikap seperti itu.
baru tadi siang sempat nonton film The Davinci Code. Gara-gara banyak yang bilang film ini jelek, aku pengen membuktikannya. ternyata, lebih parah. Kalo menurutku jelek banget. malah, aku gak sabar pengen film ini cepet habis. booooring…. sampe-sampe aku tertidur. huh….
sudah dibilang jangan suka menunda pekerjaan, ntar rugi sendiri. susah bener sih dibilangin. sekarang nyesel deh…pasti nyesel. dah, gak usah nangis segala, itu salah kamu sendiri. sekarang tanggung resikonya.
would you please listen to me,
learn from this, don’t waste your time. otherwise, you’ll loose the best opportunity.
sekarang berdoa, biar gak ada masalah. jauh-jauh ke singapura kok gak ada yang bisa dipelajari. grmblblbnlbn dasar !
hehehe judulunya norak banget ya. sebenarnya kata-kata itu muncul dari pembantu kos ku. gara-garanya tadi pagi, dia ngasih wingko (sejenis makanan dari ketan dan kelapa, biasanya dijual di babat, bojonegoro dan daerah sekitarnya) oleh-oleh dari pacarnya, untuk anak-anak kos. dia lalu cerita kalau sudah lama pacaran dan suka sama pacarnya, pedagang tempe penyet deket kos, pada pandangan pertama.
karena wilayah kos ku dekat kampus, jadi anak-anak kos didominasi mahasiswa. ketika aku tanya kenapa dia suka sama pedagang tempe penyet bukannya cowok kuliahan yang cakep-cakep, dia langsung ketawa ngakak. “Ya ampun mbak, saya kan tahu diri, wong saya pembantu kok. masak naksir mas mahasiswa,” katanya sambil masih terkekeh-kekeh. “Lho emang kenapa, cinta kan bisa sama siapa saja, gak pake liat-liat apa dia pembantu atau tukang parkir atau apalah,” sahutku.
“Alah mbak, masak ndak tahu, kalo ada pembantu atau orang miskin yang pacaran sama cowok kaya itu cuma ada di telenovela atau sinetron. benerannya sih ndak ada. sudah ada jatahnya sendiri-sendiri. orang kaya atau orang pinter sendiri. trus pembantu yah pacarnya tukang sayur, kuli atau buruh pabrik. pokoknya sama-sama orang rendahan begitu,” jelasnya panjang lebar sambil terus mengepel.
“Wah, lha mosok pacaran saja ada golongan-golongan, kalau di India itu namanya kasta. kamu kan seneng nonton India.” sahutku dari dalam kamar. “Iyah mbak, kasta cinta heuheuehuehe” timpalnya sambil langsung nyanyi lagu india kesenangannya.
Gugup, bingung, takut, senang dan khawatir semuanya campur jadi satu. Semoga semuanya lancar jaya deh. amiiin.
Sejak wisuda, pekerjaan baru aku lakoni. Apalagi kalau bukan melototi koran Sabtu Minggu dan buka-buka situs lowongan pekerjaan. Hingga kini, ada satu yang mengganjal. Aku sering melihat kata-kata seperti
aplicaton send to HRD Department ……..
Bukannya HRD itu sendiri kepanjangan Human Resource Department, kalau nulisnya seperti diatas, maka departmentnya jadi dobel. Kan aneh, padahal lowongan itu ditulis dalam bahasa Inggris. Mungkin penulisnya tidak bisa bahasa Inggris dan maksa pake bahasa Inggris biar lowongan perusahaannya terkesan elit.