setahun tsunami
Saat ini empat hari menjelang peringatan satu tahun peristiwa badai tsunami yang menghantam aceh dan beberapa negara Asia lainnya. Yang terpikirkan sekarang adalah bagaimana nasib warga Aceh sekarang. Apakah mereka sudah pulih? Apakah bantuan yang dulu mengalir terus menerus kini sudah berhenti? Sungguh, ingin rasanya aku ke sana dan melihat dengan mata kepala sendiri.
Mengenang tsunami membuatku teringat masa-masa menjadi penerima sumbangan. Kebetulan tempatku bekerja adalah media yang sangat terpandang didaerah Jatim, terutama Surabaya. Otomatis, bantuan yang mengalir juga lumayan banyak. Tapi yang begitu berkesan adalah sikap orang-orang yang memberikan sumbangan.
Ada anak-anak yang membawa celengan ayam yang gedhe berisi uang receh sehingga kami menghabiskan waktu dua jam lebih untuk menghitungnya, ada murid SMA yang membawa uang ribuan, lima ratusan hingga duapuluh lima perak satu kardus Indomi. Alhasil kami harus ndodok dibawah dan menghitungnya satu persatu supaya tidak ada yang nempel. Setelah selesai, tangan jadi menghitam akibat kotoran dari duit tersebut. Aku sempet juga teledor sampe harus merelakan uang makan untuk mengganti jumlah sumbangan yang salah tulis. Apapun itu, aku senang. Meski tak bisa kesana langsung dan hanya sedikit tenaga yang kuberi.
Salah satu yang masih teringat sampe sekarang adalah saat ada dua bapak-bapak dari suatu perusahaan yang tak begitu besar ngotot minta difoto saat menyerahkan sumbangan. Padahal saat itu, fotografer kami sedang makan di bawah. Akhirnya mereka menunggu selama dua jam dan mengulang serah terima agar terlihat bagus saat difoto. Tak sedikit yang seperti itu. Malah, ada ibu-ibu yang bawa kamera sendiri dan minta difoto dalam berbagai pose.
Sekarang, aku sedang menunggu laporan tersebut. Karena yang mengelola orang-orang diatasku, aku tidak tahu bagaimana proses penyerahan bantuannya. Kalau tidak salah, dana itu diwujudkan jadi beberapa rumah cepat. Tapi berapa dana yang terpakai atau yang tersisa belum jelas. Mungkin laporannya akan dipublikasikan bersamaan dengan peringatan satu tahun tsunami. KIta lihat saja nanti.
