menang lebaran

November 9, 2005

lebaran belum seminggu berlalu tapi kenapa rasanya tak ada yang tertinggal. maksudku semuanya sudah berjalan biasa saja layaknya kehidupan sebelum lebaran. secara pribadi, saya belum menangkap esensi kemenangan karena saya hampir merasa tidak ada bedanya antara sebelum dan sesudah lebaran.
mungkin karena saya tidak beriman? ah rasanya tidak juga. saya mengakui adanya tuhan yang maha esa dan segala keajaiban yang bisa diciptakannya.
entahlah, tapi saya tak bisa menghindari segala macam perbuatan yang dikategorikan dosa oleh orang-orang. saya masih suka berbohong, saya masih suka mimpi dan membayangkan kegiatan istimewa dengan laki-laki yang menarik dan saya malas beribadah lima kali dalam sehari.
lebaran kali ini, saya juga tak meminta maaf kepada semua orang. saya berpikiran kalau saya sudah memaafkan sebelum mereka minta maaf saya tak perlu berkeliling menawarkan tangan untuk salaman. saya rasa, uluran tangan mereka juga tak terlalu bermakna. sepertinya salaman hanyalah pemanis yang dilakukan tiap lebaran. tak ada makna lain karena hanya sesaat setelah salaman, berbagai pikiran pasti beredar di kepala kita. “eh tangan si A halus yah” atau “ya ampun baju si B kok gak matching sih” atau “duh kok aku papasan sama dia sih, jadi salaman deh”
hmmmm, kayaknya aku masih perlu belajar banyak deh

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://inem.blogsome.com/2005/11/09/17/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>