materialistis

November 9, 2005

aku akui aku salah. dulu, aku yakin jika tak ada masalah jika aku mengekspersikan apa adanya diriku tapi kenyataan membuktikan jika penampilan adalah segalanya. untuk itu, aku menetapkan tujuan
cari uang sebanyak-banyaknya buat beli baju bagus, beli obat pelangsing, buat pergi ke dokter kulit untuk memperbaiki dan mencerahkan warna kulit, beli parfum, beli mobil, beli hape bagus, beli ipod, beli apalagi yah yang bisa melengkapi penampilanku biar keren?
tapi gimana cara dapat duit sebanyak itu? jual diri mungkin?

menang lebaran

lebaran belum seminggu berlalu tapi kenapa rasanya tak ada yang tertinggal. maksudku semuanya sudah berjalan biasa saja layaknya kehidupan sebelum lebaran. secara pribadi, saya belum menangkap esensi kemenangan karena saya hampir merasa tidak ada bedanya antara sebelum dan sesudah lebaran.
mungkin karena saya tidak beriman? ah rasanya tidak juga. saya mengakui adanya tuhan yang maha esa dan segala keajaiban yang bisa diciptakannya.
entahlah, tapi saya tak bisa menghindari segala macam perbuatan yang dikategorikan dosa oleh orang-orang. saya masih suka berbohong, saya masih suka mimpi dan membayangkan kegiatan istimewa dengan laki-laki yang menarik dan saya malas beribadah lima kali dalam sehari.
lebaran kali ini, saya juga tak meminta maaf kepada semua orang. saya berpikiran kalau saya sudah memaafkan sebelum mereka minta maaf saya tak perlu berkeliling menawarkan tangan untuk salaman. saya rasa, uluran tangan mereka juga tak terlalu bermakna. sepertinya salaman hanyalah pemanis yang dilakukan tiap lebaran. tak ada makna lain karena hanya sesaat setelah salaman, berbagai pikiran pasti beredar di kepala kita. “eh tangan si A halus yah” atau “ya ampun baju si B kok gak matching sih” atau “duh kok aku papasan sama dia sih, jadi salaman deh”
hmmmm, kayaknya aku masih perlu belajar banyak deh