how well do we know our friends
kerjaan yang hampir setiap hari dari sore hingga tengah malam, membuat aku gak bisa meluangkan waktu banyak untuk berinteraksi dengan teman satu kos. semalem, saat teman sekamar masih belum terlelap dan aku tak begitu merasa capek, jadilah kami ngobrol beberapa saat membicarakan tema-teman satu kosan.
cerita pertama membuat aku bener-bener terkejut. salah seorang teman, yang dikenal baik-baik saja, nekat memasukkan laki-laki untuk menginap di kos-kosan. meski tak sekamar, kejadian itu membuat kita sebel karena kos kita khusus buat cewek. plus disana banyak yang make jilbab jadi agak repot kalo ada laki-laki yang masuk.
aku semakin merasa tak kenal temanku sendiri saat si tanti yang lumayan deket denganku rela menyerahkan virginitasnya kepada mbul. bukannya aku hipokrit, aku gak masalah kalo dia mau melakukannya dengan pacarnya atau orang yang mencintainya. masalahnya si Mbul hanyalah bajingan licik yang sudah punya calon dan siap menikah dalam waktu dekat.
gosh… I Finally know that I know nothing
