adil

September 6, 2005

“duh aku capek mbak, barusan ngurus paspor buat keluar”
jleb…perkataan yang-gak-diniatin-nyakitin-tapi-menusuk-sampe-ke-jantung hingga membuaku berhenti bernafas (iya..iya hiperbolis ;p)
“keluar?keluar negeri maksudnya?” duoh bodohnya diriku, ya iyalah masa paspor buat pergi ke tegal.
“iya ke Singapura, berangkat kamis besok”
“oh” dan ga ada kata-kata lagi sampe si munyuk cewek itu meninggalkan mejaku.

ini gak adil, ini gak fair. kenapa si munyuk yang baru bekerja selama enam bulan itu bisa dapet kesempatan keluar, padahal mestinya ini kan giliran aku. bukannya dulu mereka bilang kesempatan keluar akan diberikan berdasarkan masa kerja. ini gak adil…..

bagaimana sih kita mengukur adil? apakah adil adalah dua bagian yang terbagi sama rata? atau sesuatu yang terbagi berdasarkan porsinya?

apakah adil kalau seorang pemerkosa hanya dihukum hitungan tahun atau bulan kalau hasil perbuatannya tertinggal sampai akhir hayat? apakah adil ibu-ibu tua yang berjudi dihukum cambuk sementara koruptor diberi sel penuh fasilitas? apakah adil jika manusia berpakaian rapi jali boleh masuk mall sementara anak manusia berpakaian lusuh dibuntuti satpam kalau masuk ke gedung yang sama?

adil=relatif?